Menjadi Juara 1 Lomba Karya Inobel, Widio: Bersyukur Sekaligus Terkejut

GTK, Jakarta –  Meraih juara pertama pada Lomba Karya Inovasi Pembelajaran Bagi Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus kategori  Guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)  yang diselenggarakan oleh  Direktorat Pembinaan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Widio Pranoto. Dirinya tidak menyangka bisa menjadi yang terbaik pada lomba bergengsi tersebut.

“Saya merasa sangat berbahagia sekali, bersyukur sekaligus terkejut, karena sebenarnya banyak yang baik sekali. Ini persaingan sangat ketat tapi yang dibutuhkan juara 1,2 dan 3 harus ada, ” ujarnya saat ditemui usai pemberian penganugerahan pemenang di Aston Marina Ancol, Jakarta, Sabtu (30/11) malam.

Guru bahasa Inggris di SMK  Negeri 2 Pati, Jateng mengungkapkan bahwa awalnya dia merasa pesimis saat akan mengikuti lomba ini. Sebab, dia merasa bahwa peserta yang mengikuti lomba ini merupakan guru-guru yang memiliki inovasi yang lebih dibanding dirinya.

“Saat akan mengikuti lomba,  saya merasa pesimis karena guru-guru Indonesia sangat kreatif  dan saya merasa karya-karya mereka lebih baik dari saya,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa keberhasilan yang telah dia raih bukan kerja keras dirinya. Tapi keberhasilan ini berkat dukungan dari warga sekolah dan para siswa.

“Ini bukanlah kerja keras dari saya tapi bersama warga sekolah.  Saya juga  mendapat dukungan dari siswa dan siswi SMK Negeri 2 Pati yang terus  memberikan semangat untuk menyelesaikan apapun yang saya mulai sampai selesai. Dan akhirnya membuahkan hasil yang terbaik,” katanya.

Widio berharap untuk kedepan inovasi yang telah dia buat terus menebarkan manfaat bagi siswa. Dan ini tidak hanya digunakan di tempat dia mengajar saja. “Langkah ke depan aplikasi yang saya buat semoga  dapat dipakai tidak hanya oleh sekolah kami, tapi bisa dipakai oleh seluruh siswa atau siapa pun  pihak yang membutuhkan. Sehingga bisa memberikan kontribusi yang baik bagi pembelajaran bahasa Inggris terutama speaking, ” harapnya.

Pada lomba karya inovasi ini Widio membawakan hasil karyanya yang berjudul “Pengembangan Pembelajaran Bahasa  Ingris “English in cloud” Berbasis Revolusi 4.0 dan Keterampilan Berfikir Tingkat Tinggi”.  Dia mengungkapkan latar belakang mengapa dirinya membuat karya inovasi pembelajaran ini. 

“Latar belakang saya mengembangkan ini pertama karena keterbatasan sumber pembelajaran, banyak sekali sumber belajar yang tidak lengkap sehingga kami berinisiative memberikan sumber belajar yang lebih lengkap, ” jelasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan saat proses belajar bahasa inggris, terutama speaking kurang interaktif. Inilah yang mendorong dirinya untuk mencari solusi dari masalah tersebut.

“Pembelajaran di kelas terutama speaking itu kurang interaktif.  Sehingga kami berinisiative  memberikan pembelajaran speaking yang interaktif. Sehingga siswa tidak hanya bisa menulis tapi juga bisa berbicara dalam bahasa inggris,” ujarnya.

Beri penilaian untuk berita ini!

Bagikan informasi ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *