Program Upskilling dan Reskilling Tata Busana PB SMK Negeri 6 Semarang Dukung Percepatan Peningkatan Kualitas SDM Merdeka Belajar

HALO SEMARANG – Setelah mengikuti tahapan kegiatan salah satu program pemrintah pusat berupa penerapan kurikulum Merdeka Belajar, yaitu Upskilling dan Reskilling bidang bisnis dan pariwisata, khususnya tata busana yang digelar di pusat belajar (PB) SMK Negeri 6 Semarang berkolaborasi dengan BBPPMPVBispar Kemendikbud, diharapkan para peserta yang merupakan guru dari seluruh Indonesia bisa mengimplementasikan di lingkungan sekolahnya. Baik itu kepada rekan guru sejawat, lembaga pendidikan atau sekolah serta anak didiknya.

Hal tersebut disampaikan Edy Rismunandar selaku Penanggungjawab kegiatan Upskilling dan Reskilling Balai Besar Bisnis dan Pariwisata Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi, di sela-sela penutupan acara upskilling dan reskilling yang diikuti 40 perserta guru SMK dari 17 Provinsi di Hotel Horison Nindya Semarang, Kamis (22/9/2022).

Dikatakan dia, bahwa kegiatan ini sebagai variabel atau proses pendidikan langsung di seluruh daerah di Indonesia, melalui program upskilling dan reskilling guna menggali potensi anak didik, sekaligus dalam upaya program percepatan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Nantinya diharapkan bisa diimplementasikan kepada guru sejawat, lembaga pendidikan atau sekolah sampai kepada peserta didiknya,” jelasnya.

Diharapkan, setelah dibekali materi terkait bidang keahliannya, di pusat belajar (PB) ini para guru bisa mendorong peningkatan kualitas peserta didik secara terintegrasi. Mengingat peningkatan SDM bukan saja tanggung jawab di SMK, tapi juga perlu dukungan dari pemerintah daerah setempat. Karena berdasarkan regulasi kewenangan SMK saat ini berada di bawah pemerintah provinsi.

Selain itu, program ini untuk meningkatkan SDM dampak dari bonus demografi tahun 2030. Terutama program keahlian yang bisa dioptimalkan dengan Dinas Perindustrian, Pariwisata, Tenagakerja, disesuaikan capaian pembangunan daerah setempat.

Khusus Bidang bisnis dan pariwisata, ada 10 program study, salah satunya berada di PB SMK N 6 Semarang bidang pariwisata, busana, hotel, tata kecantikan. “Karena peserta dari bidang hotel, busana cukup banyak, jadi program upskilling fasilitasi dirancang balai besar penjaminan mutu bisnis dan pariwisata yang berkolaborasi dengan para desainer busana di Semarang. Sekaligus bisa memberikan ilmunya langsung kepada peserta melalui pendampingan masing-masing kelompok,” katanya.

Adapun materi yang diberikan kepada peserta selama 18 hari kegiatan di antaranya terjun langsung di industri, untuk melihat bagaimana di industri mengubah peralatannya, yang dulu secara manual kini beralih ke serba digital di era digitalisasi ini. Tujuannya agar para guru bisa upgrade bidang keahlian yang digeluti di sekolah, kemudian bisa mengalisis implementasi kurikulum merdeka belajar sesuai yang ada di lapangan.

“Jadi mengetahui standarisasi dibutuhkan di industri saat ini seperti apa, dan nantinya setelah menganalisis, dapat menumbuhkan kreativitas dan inovasi terutama anak didik saat kembali ke sekolahnya masing-masing,” paparnya.

“Dan usai pelatihan ini, guru masih akan diberikan tugas berupa teaching projek, yang mana untuk menggali ide kreatif anak didik bisa mengekpresikan pemikiran performace, sehingga betul-betul jika mereka ingin jadi desainer. Sedangkan tema kali ini adalah busana tradisional, jadi peserta dalam pelatihan ini ditugaskan untuk membuat semacam event fashion yang bertujuan menampilkan busana yang dirancang oleh para peserta dan kegiatan serupa ini sudah digelar ketiga kalinya di Semarang,” paparnya.

Sunarto, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 1, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah mengapresiasi dengan adanya kegiatan yang mendukung program Merdeka Belajar. Pihaknya sangat mendukung kegiatan untuk upaya peningkatan kualitas SDM khususnya guru SMK.

“Dukungan kami memberikan izin untuk mengikuti kegiatan selama kurang lebih 18 hari di luar sekolah. Diharapkan nantinya bisa diimplementasi kepada siswa anak didiknya di sekolah setelah kembali ke sekolah masing-masing,” pungkasnya.

Fashion Show

Sebelumnya, Kepala Sekolah SMKN 6 Semarang, Almiati mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan dan mengembangkan kompetensi guru SMK berbasis industri.

“Magang dimulai dari tanggal 9 September 2022. 40 peserta itu berasal dari 17 provinsi di Indonesia. Kami bekerja sama dengan 8 industri busana, untuk melatih para peserta dan menghadirkan mentor,” terangnya di sela-sela acara fashion show di BBPVP Semarang, Rabu (21/9/2022).

Fashion show yang berlangsung di BBPVP Semarang merupakan ajang memamerkan hasil karya peserta sebelum diujikan. Masing-masing peserta, meski agak kaku namun dengan percaya diri menampilkan karya busana terbaik mereka yang dikenakannya dan didampingi oleh model.

“Sebenarnya ini bukan kegiatan wajib. Tapi karena daripada sudah bikin karya hanya dibungkus saja, maka kami berinisiasi untuk menyelenggarakan fashion show,” tambahnya.

Almiati berharap setelah magang dengan industri busana selesai, para peserta bisa menularkan ilmunya ke guru lain di tiap sekolah. “Kegiatan ini merupakan program Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Bisnis dan Pariwisata. Dan SMK Negeri 6 Semarang ditunjuk menjadi pusat belajar untuk ketiga kalinya,” katanya.(HS)

Sumber: https://halosemarang.id/program-upskilling-dan-reskilling-tata-busana-pb-smk-negeri-6-semarang-dukung-percepatan-peningkatan-kualitas-sdm-merdeka-belajar

Beri penilaian untuk berita ini!

Bagikan informasi ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.